Suara Bocah Bekasi

Bermimpilah menjadi orang besar dan hebat selagi bermimpi itu gratis ! (Heru Purnomo)

Suara Bocah Bekasi

  • Link Partner

Senin, 31 Oktober 2011

99 Cahaya di Langit Eropa

Sinopsis

Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. ‘’Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum,’’ ungkap Marion akhirnya.

***

Apa yang Anda bayangkan jika mendengar “Eropa”? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?

Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam. Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah “pencarian”. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.

Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan orang-orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin. Perjalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. Perjalanan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya.

Pada akhirnya, di buku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekadar Eiffel atau Colosseum. Lebih…sungguh lebih daripada itu.


“Buku ini berhasil memaparkan secara menarik betapa pertautan Islam di Eropa sudah berlangsung sangat lama dan menyentuh berbagai bidang peradaban. Cara menyampaikannya sangat jelas, ringan, runut, dan lancar mengalir. Selamat!”

–M. Amien Rais (Ayahanda Penulis)

“Pengalaman Hanum sebagai jurnalis membuat novel perjalanan sekaligus sejarah ini mengalir lincah dan indah. Kehidupannya di luar negeri dan interaksinya dengan realitas sekulerisme membuatnya mampu bertutur dan berpikir ‘out of the box’ tanpa mengurangi esensi Islam sebagai rahmatan lil alamin.”
–Najwa Shihab (Jurnalis dan Host Program Mata Najwa, Metro TV)

“Karya ini penuh nuansa dan gemuruh perjalanan sejarah peradaban Islam Eropa, baik pada masa silam yang jauh maupun pada masa sekarang, ketika Islam dan Muslim berhadapan dengan realitas kian sulit di Eropa.”

–Azyumardi Azra (Guru Besar Sejarah, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, Jakarta)

“Hanum mampu merangkai kepingan mosaik tentang kebesaran Islam di Eropa beberapa abad lalu. Lebih jauh lagi, melihat nilai-nilai Islam dalam kehidupan Eropa. Islam dan Eropa sering ditempatkan dalam stigma ‘berhadapan’, sudah saatnya ditempatkan dalam kerangka stigma ‘saling menguatkan’.”
–Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar)
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 02.11 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 16 Oktober 2011

INFO LOMBA NULIS BESUTAN ALUMNI feat PPA PUTRA, IKRA PUSAT & di dukung Oleh RADIO ATTAQWA 107.7 FM

INFO LOMBA NULIS BESUTAN ALUMNI feat PPA PUTRA, IKRA PUSAT & di dukung Oleh RADIO ATTAQWA 107.7 FM (boleh dicopy info ini)

Lomba Menulis
Sosok KH. Noer Alie Pahlawan Nasional Asal Bekasi
Bentuk Kegiatan
1. Lomba Menulis Sosok KH. Noer Alie
Pahlawan Nasional Asal Bekasi :

Judul Pilihan Tulisan :
1. Kategori Alumni/Abituren Attaqwa
1. Macan Bekasi
2. Singa Karawang Bekasi
3. KH. Noer Alie : Antara Dakwah dan Politik
4. KH. Noer Alie ; Mutiara dari Utara Bekasi

II. Kategori Pelajar (Pelajar MTs dan MA atau sederajat, baik pusat Maupun Cabang Attaqwa)
1. Aku Rindu Kiai Noer Alie
2. Enung (Kisah Masa Kecil KH. Noer Alie)
Peserta boleh perorangan atau Kelompok (maksimal 3 orang)

Penyelenggara
Panitia (Alumni Ponpes Attaqwa KH. Noer Alie) sang Pahlawan Nasional Asal Bekasi bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Attaqwa (PPA) Putra, IKRA PUSAT serta di dukung Oleh Radio ATTAQWA 107,7 FM / Media Dakwah, Informasi dan Hiburan.

Peserta Lomba
Peserta Lomba adalah : Alumni/Abituren Attaqwa dan Pelajar (Pelajar MTs dan MA atau Sederajat, baik pusat maupun Cabang Attaqwa).

Syarat Lomba
Kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan pada :
1. Pelaksanaan Lomba akan dilaksanakan pada Bulan Juli 2011 s/d Desember 2011.
2. Pengumpulan Naskah Tulisan paling lambat dikumpulkan pada 30 Nopember 2011 di Sekretariat Panitia Radio Attaqwa 107,7 FM pada Pukul 00.00 WIB.
3. Pemenang akan diumumkan pada Tanggal 25 Desember 2011 dalam acara Puncak yang bertema “Pahlawanku Teladanku” (pengumuman pemenang dan pembagian hadiah)
4. Karya Pemenang Lomba akan dijilid sebanyak 10 bundel untuk Kemendiknas Kab. Bekasi, 10 bundel untuk Ponpes Attaqwa Putra, dan 20 bundel untuk Yayasan Attaqwa Pusat.
5. Naskah Tulisan diketik dengan Kertas A4 double spasi font 12 TNR minimal 100 halaman untuk kategori Alumni, dan 60 halaman untuk kategori Pelajar / boleh berbentuk Novel atau Karya Ilmiah Populer.
6. Menyertakan Sinopsis Tulisan 1-2 lembar
7. Menyertakan Formulir Pendaftaran / Identitas Lengkap beserta copy KTP/Kartu Pelajar dan telp/HP yang mudah dihubungi.
8. Membuat pernyataan dengan materai 6000 bahwa naskah tulisan adalah hasil karya sendiri dan bukan jiplakan. Apabila diketahui melanggar, maka akan terkena diskualifikasi dari Lomba.
9. Membuat Pernyataan dengan Materai 6000 bahwa naskah tulisan yang masuk ke Panitia secara otomatis akan menjadi milik panitia, dan penulis akan mendapat 7 % dari hasil penjualan jika naskah diterbitkan, oleh penerbitan resmi.

Hadiah Lomba
1. Kategori Alumni/Abituren akan mendapatkan 1 buah Laptop dan Uang Prestasi Rp. 5.000.000.00 + Piagam Penghargaan
2. Kategori Pelajar akan mendapatkan 1 buah Laptop dan Uang Prestasi Rp. 3.000.000.00 + Piagam Penghargaan

Tim Penilai
1. Drs. Ali Anwar (Sejarawan Bekasi)
2. Nurul Amin Mu’thi, MPd (Alumni Attaqwa, Akademisi)
3. Lulu El-Maknun, SPd (Novelis Attaqwa)

Kesekretariatan
Radio Attaqwa 107,7 FM Komplek Ponpes Attaqwa Putra
Jl. Pesantren Attaqwa Ujungharapan, Bahagia, Babelan, Kab. Bekasi 17612
Telp. (021) 94271083, 93707224, 085711064166
panitialombamenuliskh.noeralie@yahoo.co.id
Lihat Selengkapnya

Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 17.06 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 18 September 2011

Ilmu Pengetahuan Sosial dalam perspektif Al-Qur'an

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal
Pada awalnya, planet ini merupakan bagian dari bintang matahari—bintang matahari itu sendiri, pada awalnya merupakan bagian dari satu kesatuan kosmos yang ada di alam semesta ini yang telah diciptakan oleh Allah SWT—yang selanjutnya memisahkan diri sejak 4.600 juta tahun yang lalu, menurut pendapat sebagian para ilmuwan.
Planet ini, yang sekarang kita tempati tampak begitu indah dan menakjubkan. Padahal selama 400 juta tahun, ia kosong dari kehidupan. Di mana kehidupan di planet ini, pada pertama kalinya ditemukan pada hitungan masa 600 juta tahun yang lalu.
Untuk sampai pada pengetahuan yang memuaskan, kaitannya dengan 'bagaimana dan kapan' kehidupan ini terbentuk, sesungguhnya memerlukan waktu yang sangat panjang. Dan tidak dapat dipastikan kecuali pada zaman modern ini. (Perhatikan bagaimana Al-Qur'an lebih dahulu membicarakannya).
Pada permulaannya, upaya manusia untuk memahami hakikat kehidupan ini, didasarkan pada pemikiran yang dangkal sekali, berlandaskan dugaan-dugaan semata, bukan hasil eksperimen. Penafsiran awal tentang kehidupan ini, mengatakan bahwa kehidupan di bumi ini, tercipta dari sebiji benih yang didatangkan oleh jin dari planet lain.
Selanjutnya, konsepsi itu berkembang dengan munculnya teori yang mengatakan bahwa kehidupan di bumi, berawal dari benda-benda mati. Perdebatan tentang teori ini berlangsung selama 200 tahun lebih. Sebagian orang mendukungnya dan sebagian lain menentangnya.
Kemudian setelah itu, muncul Louis Pasteur, seorang ilmuwan berkebangsaan Prancis, yang mengatakan bahwa kehidupan ini tidak mungkin tercipta, kecuali didasarkan pada benda-benda hidup. Dalam membuktikan teorinya ini, Louis menggunakan bantuan tabungnya, yang kemudian terkenal dengan ‘tabung pasteur’. Berdasarkan teori Louis ini, kemudian muncul pertanyaan, bagaimanakah benda hidup itu pertama kali ada?
Para ilmuwan berusaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini. Pada akhirnya, mereka mencoba untuk menganalisa mineral yang terdapat pada tubuh makhluk hidup dan yang terdapat di lautan. Dan dengan bantuan alat yang canggih, mereka sampai pada kesimpulan yang sama pada kedua penelitian di dua obyek yang berbeda, bahwa asal dari kehidupan ini adalah air.
Demikianlah, ilmu engetahuan modern telah memastikan bahwa asal kehidupan di dunia ini adalah air. Sebagaimana para ilmuwan menetapkan bahwa tahapan pertama dari kehidupan ini adalah air.
Penemuan ini berhasil didapatkan pada saat di mana dunia sudah modern dan perkembangan teknologi yang digunakan para ilmuwan telah maju. Namun coba lihat, saat di mana Al-Qur'an diturunkan. Saat itu tidak ada alat canggih yang dapat digunakan oleh Muhammad SAW hingga beliau menyimpulkan hal yang sama yang disimpulkan oleh para ilmuwan puluhan abad setelahnya.
Apa yang dikatakan Al-Qur'an telah awal kehidupan ini? Allah SWT berfirman: "... Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup..." (QS Al-Anbiya': 21)
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman: "Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki." (QS An-Nur: 45)
Perhatikan, bagaimana Al-Qur'an sejak 14 abad yang lalu, telah mengatakan dan menegaskan bahwa asal kehidupan ini adalah air.
Apakah Nabi Muhammad SAW seorang ahli biologi, hingga ia dapat mengatakan demikian? Nabi Muhammad tidak pernah meminta seseorang pun untuk memberitahukan kepadanya tentang asal muasal kehidupan. Lalu apa motivasi yang mendorongnya untuk mengatakan hakikat ilmiah semacam ini, sedangkan seorang pun tidak ada yang bertanya kepadanya tentang hal ini? Apa yang akan terjadi, sekiranya apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad berlawanan dengan realitas sesungguhnya?
Permasalahan ini lebih besar dari semua bentuk pertanyaan ini. Karena yang mengatakan demikian bukan Nabi Muhammad sendiri. Dirinya bukanlah siapa-siapa, melainkan seorang yang ditugasi untuk menyampaikan apa yang telah diterimanya. Yang mengatakan hal itu sesungguhnya adalah Allah SWT yang telah menciptakan kehidupan ini. Dialah yang mengetahui bagaimana kehidupan ini pada mulanya tercipta dan dari apa?
Selain permasalahan asal muasal kehidupan, Al-Qur'an juga banyak menceritakan hal lain yang berkaitan dengan kehidupan ini. Salah satunya tentang Adam. Dalam Al-Quran dijelaskan, bahwa Allah SWT telah menciptakan Adam AS sebagai manusia pertama.
Suku kata ‘adam’ dalam bahasa Arabnya berasal dari kata ‘adîmul ardhi’ yang artinya makhluk yang diciptakan dari lapisan permukaan bumi yang disebut debu (turbah). Al-Qur'an menegaskan bahwa Adam diciptakan dari unsur debu ini, sebagaimana yang Allah SWT firmankan: "Dari bumi (tanah), itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kami pada kali yang lain." (QS Thaha: 55)
Yang menakjubkan, ketika para ilmuwan menganalisa kandungan zat yang terdapat pada tubuh manusia, mereka mendapatkan bahwa unsur pembentuk tubuh manusia itu ada 16, di antaranya: silikon, besi, alumunium, kalsium, sodium, potasium, magnesium dan lain sebagainya. Dan pada saat yang sama, ketika mereka menganalisa kandungan zat yang terdapat pada debu, mereka mendapatkan jumlah yang sama pada unsur pembentuknya.
Penemuan itu menegaskan bahwa manusia diciptakan dari unsur-unsur ini. Dan sebagai unsur utamanya adalah air. Maka berdasarkan hal ini, manusia diciptakan dari debu (turbah) atau tanah (thîn) yang merupakan campuran antara debu dan air.
Lalu bagaimana orang itu akan kembali dibangkitkan? Untuk menjawab orang-orang yang mengatakan demikian, cukup kita mengatakan bahwa masalah kebangkitan kembali manusia, tidak terkait dengan jasadnya yang pertama atau unsur-unsur yang membentuk jasadnya persis 100 persen sebagaimana saat dia hidup di dunia. Karena tubuh setiap orang, sesungguhnya terdiri dari 16 unsur, di mana masing-masing memiliki kadar tertentu di dalam tubuhnya.
Boleh jadi antara satu orang dengan orang lainnya memiliki kesamaan dalam satu atau dua unsur atau lebih. Namun tidak ada seorang pun yang memiliki kesamaan dalam keseluruhan unsur yang membentuk tubuhnya. Karenanya, sekiranya setiap tubuh diciptakan oleh Allah dengan kadar yang berbeda-beda pada setiap unsur yang membentuknya, maka Allah Maha Kuasa untuk membangkitkan orang itu dengan kadar masing-masing unsur.
Allah SWT berfirman: "Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; Ia berkata: 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." (QS Yaasin: 77-79)
Coba perhatikan firman Allah "Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk". Apa maksudnya? Maksudnya adalah penegasan bahwa Allah SWT mengetahui setiap komposisi tertentu dari setiap unsur pembentuk manusia dan kadar unsur-unsur tersebut bagi setiap tubuh. Karena Dialah yang telah menciptakan unsur-unsur ini dan menentukan kadarnya. Bagaimana Allah dikatakan tidak mampu membangkitkan kembali tubuh manusia sebagaimana sebelumnya?
Dalam ayat lain, Allah SWT menegaskan bahwa manusia akan dibangkitkan kembali setelah kematiannya berdasarkan kadar unsur-unsur yang terdapat pada tubuhnya ketika ia hidup di dunia ini. Allah berfirman: "...Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya." (QS Al-A'raaf: 29)
Kesimpulannya, jika kita perhatikan ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan makhluk hidup yang dijadikan khalifah di muka bumi ini (manusia), maka kita akan menemukan banyak hal yang menakjubkan. Dan terbuktilah kebenaran Al-Qur'an ini sebagai Kitab Suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW. Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.

Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 23.34 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 02 September 2011

Kurang Tidur Bisa Sebabkan Hipertensi

Jakarta, Setiap orang membutuhkan waktu tidur yang cukup, karena jika kurang akan berdampak bagi kesehatannya. Studi menemukan orang yang kurang tidur bisa mengalami tekanan darah tinggi.
Orang yang kekurangan tidur biasanya sering melakukan kesalahan dan merasa kesal di pagi hari. Ternyata konsekuensinya tidak hanya sebatas itu. Seiring waktu, orang yang sering kurang tidur bisa berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.
Saat tidur seseorang akan mengalami fase gelombang otak yang dikenal dengan slow-wave sleep. Fase tidur ini dianggap restoratif dan telah terbukti penting untuk memori serta performa dari mental seseorang.
Studi yang melibatkan 784 partisipan ini menemukan orang-orang yang menghabiskan waktu slow-wave sleep kurang dari 4 persen memiliki peluang 83 persen lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi (hipertensi).
"Hasil ini menunjukkan adanya aspek penting mengenai kualitas tidur dengan risiko tekanan darah tinggi, dan orang yang sudah tua cenderung kurang mendapatkan tahap slow-wave sleep seiring dengan bertambahnya usia," ujar Eve Van Cauter, direktur Sleep, Metabolism and Health Center di University of Chicago, seperti dikutip dari Healthland.Time, Jumat (2/9/2011).
Sebelumnya telah diketahui bahwa masalah tidur berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Sleep apnea dan gangguan kronis membuat seseorang terbangun dan harus berjuang untuk menarik napas beberapa kali di malam hari, kondisi ini sangat terkait dengan peningkatan tekanan darah.
Dr Susan Redline yang ikut terlibat dalam studi ini dan profesor di Harvard Medical School menuturkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu orang tidur lebih lama dan lebih dalam seperti pergi dan bangun tidur di waktu yang sama, menghindari alkohol dan tembakau sebelum tidur serta membersihkan diri (sleep hygiene).
"Tapi hal yang paling penting untuk menghindari kekurangan waktu tidur adalah tidak adanya gangguan selama tidur seperti sleep apnea, mengorok atau gerakan kaki yang periodik," ujar Dr Redline.
Sedangkan tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi yang bisa menimbulkan berbagai macam komplikasi jika tidak tertangani dengan baik, terutama penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.
Sumber: detikHEALTH


Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 00.03 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 29 Agustus 2011

ATTITUDE adalah KUNCI KESUKSESAN.!!

SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 09.45 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

SERBA SERBI KARTU LEBARAN BANIMUGHNI 2011

Kami Segenap Keluarga Besar BANI MUGHNI UJUNGHARAPAN BEKASI Mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.
Wassalam. IUE 2011

 Seumpame ada salah2 kate nyeng selama ini terlontar dari mulut ane baik yang disengaja maupun tidak. Maafin yah Abang n Mpok semuanya.
Berhubung tahun ini LEBARAN nya ada perbedaan dan tidak serempak. Saya pribadi mengucapkan: Jadikanlah PERBEDAAN ITU KEINDAHAN DAN RAHMAT, semoga di tahun depan kita kompak selalu dan tidak ada perbedaan lagi, guna menjaga UKHUWWAH ISLAMIYAH dan IZZUL ISLAM WAL-MUSLIMIN.
Amien Yaa Rabbal 'Alamin....
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 09.10 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 25 Agustus 2011

Surah Al Qadr adalah surah ke 97 yang artinya adalah Kemuliaan versi Tafsir AL-MISBAH

Inti Sari Kandungan Ayat (Ayat 1-3)
Surah yang lalu (al-‘Alaq), menguraikan tentang wahyu al Qur'an yang pertama. Surah ini antara lain menguraikan tentang masa turunnya wahyu al Qur'an yang pertama itu dengan menyatakan: "Sesungguhnya Kami, Allah, melalui malaikat Jibril telah menurunkannya, yakni menampakkan al Qur’an atau kelima ayat pada awal surah al 'Alaq, pertama kali ke alam nyata pada malam al Qadar yakni pada malam mulia, serta malam penentuan.”
Selanjutnya, ayat ke 2 menguraikan kehebatan malam itu dengan menyatakan: Apakah yang menjadikan engkau, siapa pun engkau walau Nabi Muhammad saw., tahu apakah Lailat al Qadr? Yakni engkau tidak akan mampu mengetahui dan menjangkau secara keseluruhan betapa hebat dan mulia malam itu. Kata-kata yang digunakan manusia tidak dapat melukiskannya dan nalarnya sukar menjangkaunya. Untuk memberi sekadar gambaran, ayat 3 menyatakan bahwa Lailat al Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 1-3
1. Al Qur'an turun pertama kali pada salah satu malam agung, yang dinamai Lailat al Qadr dan itu terjadi pada salah satu malam di bulan Ramadan.
2. Walaupun malam pertama turunnya al Qur'an dapat diduga, yakni 17 atau 27 Ramadan, namun menentukan kapan datangnya Lailat al Qadar sesudah
tahun turunnya al Qur’an itu tidaklah dapat diketahui secara pasti, kecuali bahwa ia terjadi pada bulan Ramadan.
3. Malam Qadr tidak dapat dilukiskan kehebatannya. Dari namanya “malam mulia” atau “malam penentuan” dapat ditarik kesan bahwa ia sangat mulia dan sangat menentukan melebihi kemuliaan dan penentuan yang terjadi pada seribu bulan selainnya.
4. Malam di mana al-Qur’an yang merupakan cahaya wahyu Ilahi menerangi alam raya untuk memberi petunjuk kebahagiaan umat manusia, (satu malam itu) jauh lebih baik daripada seribu bulan, di mana kemanusiaan hidup dalam kegelapan syirik dan jahiliah.
5. Beribadah pada malam Lailat al-Qadr sama nilai pahalanya—bukan kewajiban ibadahnya—dengan beribadah selama seribu bulan. Siapa yang "bertemu" dengannya, akan memperoleh bimbingan Ilahi sehingga pada akhirnya malam itu merupakan malam penentuan bagi perjalanan hidupnya ke depan, dunia dan akhirat.
Inti Sari Kandungan Ayat 4-5
Kebaikan dan kemuliaan Lailat al-Qadr yang disinggung oleh ayat-ayat sebelumnya, dilukiskan lebih jauh oleh ayat 4 dengan menyatakan bahwa pada malam itu silih berganti turun malaikat-malaikat dan Ruh, yakni malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur banyak urusan. Dampak dari turunnya itu menurut ayat 5 adalah salâm, yakni kedamaian dan kesejahteraan yang agung dan besar sampai dengan terbitnya fajar.
Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat 4-5
1. Malaikat adalah petugas-petugas yang ditetapkan Allah mengurus berbagai urusan. Kita tidak mengetahui bagimana cara kerja mereka. Salah satu fungsi mereka, menurut al-Qur’an, adalah mengukuhkan mental manusia dan mendorongnya
beramal saleh. Dengan demikian, salah satu indikator pertemuan dengan Lailat al-Qadr adalah terdorongnya seseorang melakukan aneka kebajikan.
2. Sementara kaum sufi memahami arti terbitnya fajar pada ayat ini sebagai terbitnya fajar matahari dari sebelah barat, yaitu yang akan terjadi kelak menjelang kiamatnya dunia sehingga ayat ini mereka pahami bahwa keselamatan, kedamaian, dan kebebasan dari segala bentuk kekurangan terus menerus berlangsung hingga saat terbitnya fajar tersebut. Ini bagi yang beruntung menemui Lailat al-Qadr.
Demikian, wa Allâh A‘lam
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 21.14 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 24 Agustus 2011

SILENT is GOLD

Ungkapan yang berbunyi bahwa “diam adalah emas” memang tak salamanya tepat . Tetapi ada kalanya justru kita harus berbicara ataupun bersikap tetapi dalam ukuran yang tepat dan dalam keadaan yang tepat pula diam justru merupakan sikap yang paling bijaksana . Lalu kapan harus diam dan kapan harus bicara sangat tergantung pada kearifan kita .
Alkisah
Ada seorang pengembara yang suka banyak bicara . Suatu hari ia harus meneruskan perjalanan yang mengharuskannya menempuh sebuah hutan , tiba – tiba terdengar suara orang berbicara , pengembara kaget dan takut . akhirnya dia mencari di mana asal suara itu dan ternyata di bawah sebuah pohon yang besar ia menemukan sebuah tulang yang berbicara sendirian . Dengan rasa tidak percaya si pengembara memberanikan diri mendekat dan bertanya
Pengembara : Hai tengkorak, bagaimana kau bias sampai di hutan ini ?
Tengkorak : Yang membawa aku sampai di hutan adalah mulut yang banyak bicara .
Pada saat keluara dari hutan ia sangat gembira dan memberitahukan hel tersebut kepada banyak orang bahwa di hutan ia menemukan tengkorak yang bias bicara . Tetu saka tidak ada orang yang percaya , mereka bilang “ sinting , mana ada tengkorak yang bisa bicara ” . Meskipun ticak ada yang percaya dia pun terus menceritakan tentang pertemuannya dengan tengkorak kepada setiap orang yang di temui nya . Berita ini pun sampai terdengar ke istana , singkat cerita Raj mendengar lalu mengundang si pengembara dating ke Istana . Dalam pertemuan dengan raja , pengembara pun mulai bercerita
“ Baginda, hamba telah menemukan sebuah tengkorak yang dapat berbicara . Mungkin baginda dapat menanyakan tentang masa depan raja dan lain sebagainya “
Karena rasa ingin tau , sang Raja pun mengajak para pengawal nya untuk pergi ke hutan untuk menemui tengkorak itu . sesampainya di tempat itu sang pengembara dengan percaya diri berkata
“ Hai tengkorak , bagaimana kau bisa sampai di hutan ini ? ” sang raja dan pengawal dengan tidak sabar menunggu jawaban . Tetapi setelah beberapa kali bertanya , tengkorak tidak menjawab dan hanya diam membisu . Para pengawal menatap geli kea rah sang raja karena jelas Raja telah di perdaya oleh si pengembara . Dengan marah Raja berbicara kepada si pengembara
“ sebenarnya aku tidak pernah percaya dengan omongan mu , kamu piker aku ini raja yang bodoh ?. Aku kemari justru untuk membongkar kebohongan mu , dan untuk bualan mu itu kamu harus bertanggung jawab dan membayar harganya ”
Raja lalu memerintah kan hukuman penggal kepala dan meletakkan kepala si pengembara di dekat tengkorak . Setelah sang Raja dan para pengawal pergi meninggalkan hutan tiba – tiba tengkorak bersuara
Tengkorak : “hai pengembara, bagaimana kau bias sampai di hutan ini ?
Pengembara : Yang membawa aku sampai di hutan adalah mulut yang banyak bicara .
Sering kali pertengkaran , ke salah pahaman , permusuhan besar muncul gara – gara omongan yang tidak pada tempat nya . Mereka yang suka mengumbar omongan sering kali menjadi kurang waspada sehingga mudah menyinggung , meleceh kan atau merendahkan orang lain . Sekilas masalah seperti ini tampak sepele tetapi bisa berakibat fatal . alangkah baik nya jika setiap saat kita bisa mengendalikan diri , tau kapan dan mengapa harus bicara , bahkan terkadang bisa diam adalah sikap yang paling bijak .

Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 23.32 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 20 Agustus 2011

INDAHNYA SHOLAT TARAWIH DI MASJID ATTAQWA & MASJID AGUNG ALBARKAH KOTA BEKASI


 Bekasi 2011, rasanya hati ini terusik ketika mendengar di antara Masjid Jami Attaqwa Ujungharapan dan Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi menerapkan untuk sholat tarawihnya dengan Al-Qur’an 30 Juz, yang berarti setiap satu malam 1 juz Al-Qur’an sehingga pas nanti di malam terakhir puasa, apakah 29 atau 30 sudah dapat di khatamkan dalam sholat. Karena saya terngiang dengan ucapan Kiai Amin Noer putra dari Kiai Noer Ali, bahwa “siapa orang yang membaca atau mendengarkan/menyimak bacaan Al-Qur’an di dalam sholat, maka pahala yang akan didapat berlipatganda hingga 70x lipat”.
Salah satu latar belakang itulah yang menginspirasikan saya untuk dapat terus berjama’ah sholat tarawih dengan iringan para Hafidz Al-Qur’an baik di Masjid Jami’ Attaqwa Ujungharapan maupun di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi. Perbedaan pun mulai tampak antara management Masjid Jami’ Attaqwa Ujungharapan dan Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi, terlihat sekali mulai dari arsitektur masjidnya hingga tatanan design interior di dalamnya. Dalam hati saya menggerutu pantas saja Masjid Agung Al-Barkah bisa se wah seperti perempuan yang pandai berdandan, karena Masjid milik Pemerintah Kota Bekasi, sedangkan Masjid Jami’ Attaqwa mah masjid milik masyarakat Umat Islam Ujungharapan Khususnya dan Bekasi pada umumnya atau boleh dibilang masjid swasta. Tapi, kayaknya management Masjid Attaqwa kudu lebih bisa banyak belajar dari Masjid Agung Al-Barkah, dalam tatanan administrasinya hingga penerapan Imam sholat 5 waktu. Apalagi dengan Imam Sholat Tarawihnya. Dalam hati saya berdecak kagum begitu mendalam dengan suara Imam sholat Tarawih Masjid Agung Al-Barkah yang merdu dan khas sekali. Di samping muda, hafalannya kuat dan dalam membaca Al-Qur’annya dengan memakai lagam murottal. Sehingga membawa saya serasa di Makkah atau Madinah, Ustadz Faisal Ilahi Al-Hafidz nama Imamnya yang mempunyai suara khas dengan lagam ke Indonesiaan yang bercampur Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman As-Sudais atau Asy-Syuraim. Bisa gak yah para Imam2 yang ada di Masjid Attaqwa mencontoh para Imam di masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi dalam membacanya dengan disertai lagam murottal?!
Saya pribadi sangat mengidolakan para Imam yang hafal Qur’an baik di masjid Jami Attaqwa maupun di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi. Sehingga saya terinspirasi, kalau saya nanti punya anak kepingin mencetak menjadi Hafidz Al-Qur’an yang selalu memimpin dalam sholat berjama’ah. Semoga cita-cita besar Pak Kiai Amien Noer Ali, agar masjid Jami’ Attaqwa menjadi seperti miniatur Masjidil Haram Mekkah yang apabila orang yang berada di dalamnya serasa berada di Makkah Al-Mukarromah tercapai. Amien Yaa Allah... IUE-2011
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 09.39 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 07 Agustus 2011

Buah dan Sayur yang Cocok untuk Buka Puasa

Jakarta, Saat puasa, usus akan mengecil karena tak ada makanan yang masuk. Makanan pertama yang Anda makan saat berbuka sangat penting untuk menyegarkan tubuh kembali, misalnya buah dan sayur yang mudah dicerna usus. Buah dan sayur apa saja yang cocok untuk berbuka puasa?
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cukup energi sehingga harus menghancurkan lemak dan otot rangka untuk diubah menjadi energi. Ini artinya, makanan yang pertama kali Anda makan saat berbuka puasa sangat penting untuk kembali menyegarkan tubuh dan mendapatkan energi.
Makanan yang Anda makan saat berbuka puasa sebaiknya bukan makanan yang sulit dicerna, karena usus akan mengecil selama Anda berpuasa. Ruang dalam usus akan semakin mengecil karena tidak ada makanan yang melaluinya, sehingga dibutuhkan makanan yang mudah dicerna dan membutuhkan sedikit energi asimilasi (untuk mengubah makanan menjadi tenaga).
Jus buah segar atau buah-buahan adalah makanan mengandung banyak air dan mudah dicerna dengan sedikit asimilasi, seperti dilansir Livestrong, Minggu (7/8/2011).
Semangka, anggur dan apel adalah buah-buahan yang dapat dengan mudah dicerna dan diasimilasi dan juga memberikan nutrisi dan energi. Berbuka puasa sangat cocok dengan minum secangkir jus buah segar, diikuti oleh 2 cangkir campuran buah yang terdiri dari melon, anggur, apel dan pir.
Hindari buah jeruk dan nanas pada awal berbuka puasa, karena mungkin terlalu asam dalam perut dan bisa berbahaya bagi penderita maag atau asam lambung tinggi.
Sedangkan sayuran adalah sumber vitamin, mineral, fitonutrien dan zat lainnya. Jus sayuran organik sangat ideal setelah berpuasa.
Pilih sayuran organik karena bebas pestisida, herbisida, hormon, antibiotik dan bahan kimia berbahaya lainnya. Sayuran organik secara alami juga lebih tinggi kandungan antioksidan.
Minum segelas jus wortel segar adalah cara yang baik untuk berbuka puasa. Tambahkan sedikit seledri atau jus bit untuk membuat koktail sayuran bergizi. Salad dari sayuran hijau berdaun kecil seperti selada romaine, lobak, tomat dan mentimun juga mudah dikemas perut untuk mendapatkan nutrisi.
Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 15.47 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Arsip Blog

  • Maret (1)
  • Februari (1)
  • November (1)
  • Maret (2)
  • September (1)
  • September (1)
  • Januari (3)
  • November (3)
  • Oktober (1)
  • Agustus (1)
  • Juli (1)
  • Juni (2)
  • April (1)
  • Januari (2)
  • Desember (1)
  • Oktober (2)
  • September (2)
  • Agustus (9)
  • Mei (1)
  • April (13)
  • Maret (22)

Mengenai Saya

Ihya Ulumuddin
Lihat profil lengkapku

Pengikut


Free Calendar
IUE.COM. Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.