Suara Bocah Bekasi

Bermimpilah menjadi orang besar dan hebat selagi bermimpi itu gratis ! (Heru Purnomo)

Suara Bocah Bekasi

  • Link Partner

Senin, 29 Agustus 2011

ATTITUDE adalah KUNCI KESUKSESAN.!!

SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 09.45 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

SERBA SERBI KARTU LEBARAN BANIMUGHNI 2011

Kami Segenap Keluarga Besar BANI MUGHNI UJUNGHARAPAN BEKASI Mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.
Wassalam. IUE 2011

 Seumpame ada salah2 kate nyeng selama ini terlontar dari mulut ane baik yang disengaja maupun tidak. Maafin yah Abang n Mpok semuanya.
Berhubung tahun ini LEBARAN nya ada perbedaan dan tidak serempak. Saya pribadi mengucapkan: Jadikanlah PERBEDAAN ITU KEINDAHAN DAN RAHMAT, semoga di tahun depan kita kompak selalu dan tidak ada perbedaan lagi, guna menjaga UKHUWWAH ISLAMIYAH dan IZZUL ISLAM WAL-MUSLIMIN.
Amien Yaa Rabbal 'Alamin....
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 09.10 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 25 Agustus 2011

Surah Al Qadr adalah surah ke 97 yang artinya adalah Kemuliaan versi Tafsir AL-MISBAH

Inti Sari Kandungan Ayat (Ayat 1-3)
Surah yang lalu (al-‘Alaq), menguraikan tentang wahyu al Qur'an yang pertama. Surah ini antara lain menguraikan tentang masa turunnya wahyu al Qur'an yang pertama itu dengan menyatakan: "Sesungguhnya Kami, Allah, melalui malaikat Jibril telah menurunkannya, yakni menampakkan al Qur’an atau kelima ayat pada awal surah al 'Alaq, pertama kali ke alam nyata pada malam al Qadar yakni pada malam mulia, serta malam penentuan.”
Selanjutnya, ayat ke 2 menguraikan kehebatan malam itu dengan menyatakan: Apakah yang menjadikan engkau, siapa pun engkau walau Nabi Muhammad saw., tahu apakah Lailat al Qadr? Yakni engkau tidak akan mampu mengetahui dan menjangkau secara keseluruhan betapa hebat dan mulia malam itu. Kata-kata yang digunakan manusia tidak dapat melukiskannya dan nalarnya sukar menjangkaunya. Untuk memberi sekadar gambaran, ayat 3 menyatakan bahwa Lailat al Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pelajaran Yang Dapat Dipetik Dari Ayat 1-3
1. Al Qur'an turun pertama kali pada salah satu malam agung, yang dinamai Lailat al Qadr dan itu terjadi pada salah satu malam di bulan Ramadan.
2. Walaupun malam pertama turunnya al Qur'an dapat diduga, yakni 17 atau 27 Ramadan, namun menentukan kapan datangnya Lailat al Qadar sesudah
tahun turunnya al Qur’an itu tidaklah dapat diketahui secara pasti, kecuali bahwa ia terjadi pada bulan Ramadan.
3. Malam Qadr tidak dapat dilukiskan kehebatannya. Dari namanya “malam mulia” atau “malam penentuan” dapat ditarik kesan bahwa ia sangat mulia dan sangat menentukan melebihi kemuliaan dan penentuan yang terjadi pada seribu bulan selainnya.
4. Malam di mana al-Qur’an yang merupakan cahaya wahyu Ilahi menerangi alam raya untuk memberi petunjuk kebahagiaan umat manusia, (satu malam itu) jauh lebih baik daripada seribu bulan, di mana kemanusiaan hidup dalam kegelapan syirik dan jahiliah.
5. Beribadah pada malam Lailat al-Qadr sama nilai pahalanya—bukan kewajiban ibadahnya—dengan beribadah selama seribu bulan. Siapa yang "bertemu" dengannya, akan memperoleh bimbingan Ilahi sehingga pada akhirnya malam itu merupakan malam penentuan bagi perjalanan hidupnya ke depan, dunia dan akhirat.
Inti Sari Kandungan Ayat 4-5
Kebaikan dan kemuliaan Lailat al-Qadr yang disinggung oleh ayat-ayat sebelumnya, dilukiskan lebih jauh oleh ayat 4 dengan menyatakan bahwa pada malam itu silih berganti turun malaikat-malaikat dan Ruh, yakni malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur banyak urusan. Dampak dari turunnya itu menurut ayat 5 adalah salâm, yakni kedamaian dan kesejahteraan yang agung dan besar sampai dengan terbitnya fajar.
Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat 4-5
1. Malaikat adalah petugas-petugas yang ditetapkan Allah mengurus berbagai urusan. Kita tidak mengetahui bagimana cara kerja mereka. Salah satu fungsi mereka, menurut al-Qur’an, adalah mengukuhkan mental manusia dan mendorongnya
beramal saleh. Dengan demikian, salah satu indikator pertemuan dengan Lailat al-Qadr adalah terdorongnya seseorang melakukan aneka kebajikan.
2. Sementara kaum sufi memahami arti terbitnya fajar pada ayat ini sebagai terbitnya fajar matahari dari sebelah barat, yaitu yang akan terjadi kelak menjelang kiamatnya dunia sehingga ayat ini mereka pahami bahwa keselamatan, kedamaian, dan kebebasan dari segala bentuk kekurangan terus menerus berlangsung hingga saat terbitnya fajar tersebut. Ini bagi yang beruntung menemui Lailat al-Qadr.
Demikian, wa Allâh A‘lam
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 21.14 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 24 Agustus 2011

SILENT is GOLD

Ungkapan yang berbunyi bahwa “diam adalah emas” memang tak salamanya tepat . Tetapi ada kalanya justru kita harus berbicara ataupun bersikap tetapi dalam ukuran yang tepat dan dalam keadaan yang tepat pula diam justru merupakan sikap yang paling bijaksana . Lalu kapan harus diam dan kapan harus bicara sangat tergantung pada kearifan kita .
Alkisah
Ada seorang pengembara yang suka banyak bicara . Suatu hari ia harus meneruskan perjalanan yang mengharuskannya menempuh sebuah hutan , tiba – tiba terdengar suara orang berbicara , pengembara kaget dan takut . akhirnya dia mencari di mana asal suara itu dan ternyata di bawah sebuah pohon yang besar ia menemukan sebuah tulang yang berbicara sendirian . Dengan rasa tidak percaya si pengembara memberanikan diri mendekat dan bertanya
Pengembara : Hai tengkorak, bagaimana kau bias sampai di hutan ini ?
Tengkorak : Yang membawa aku sampai di hutan adalah mulut yang banyak bicara .
Pada saat keluara dari hutan ia sangat gembira dan memberitahukan hel tersebut kepada banyak orang bahwa di hutan ia menemukan tengkorak yang bias bicara . Tetu saka tidak ada orang yang percaya , mereka bilang “ sinting , mana ada tengkorak yang bisa bicara ” . Meskipun ticak ada yang percaya dia pun terus menceritakan tentang pertemuannya dengan tengkorak kepada setiap orang yang di temui nya . Berita ini pun sampai terdengar ke istana , singkat cerita Raj mendengar lalu mengundang si pengembara dating ke Istana . Dalam pertemuan dengan raja , pengembara pun mulai bercerita
“ Baginda, hamba telah menemukan sebuah tengkorak yang dapat berbicara . Mungkin baginda dapat menanyakan tentang masa depan raja dan lain sebagainya “
Karena rasa ingin tau , sang Raja pun mengajak para pengawal nya untuk pergi ke hutan untuk menemui tengkorak itu . sesampainya di tempat itu sang pengembara dengan percaya diri berkata
“ Hai tengkorak , bagaimana kau bisa sampai di hutan ini ? ” sang raja dan pengawal dengan tidak sabar menunggu jawaban . Tetapi setelah beberapa kali bertanya , tengkorak tidak menjawab dan hanya diam membisu . Para pengawal menatap geli kea rah sang raja karena jelas Raja telah di perdaya oleh si pengembara . Dengan marah Raja berbicara kepada si pengembara
“ sebenarnya aku tidak pernah percaya dengan omongan mu , kamu piker aku ini raja yang bodoh ?. Aku kemari justru untuk membongkar kebohongan mu , dan untuk bualan mu itu kamu harus bertanggung jawab dan membayar harganya ”
Raja lalu memerintah kan hukuman penggal kepala dan meletakkan kepala si pengembara di dekat tengkorak . Setelah sang Raja dan para pengawal pergi meninggalkan hutan tiba – tiba tengkorak bersuara
Tengkorak : “hai pengembara, bagaimana kau bias sampai di hutan ini ?
Pengembara : Yang membawa aku sampai di hutan adalah mulut yang banyak bicara .
Sering kali pertengkaran , ke salah pahaman , permusuhan besar muncul gara – gara omongan yang tidak pada tempat nya . Mereka yang suka mengumbar omongan sering kali menjadi kurang waspada sehingga mudah menyinggung , meleceh kan atau merendahkan orang lain . Sekilas masalah seperti ini tampak sepele tetapi bisa berakibat fatal . alangkah baik nya jika setiap saat kita bisa mengendalikan diri , tau kapan dan mengapa harus bicara , bahkan terkadang bisa diam adalah sikap yang paling bijak .

Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 23.32 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 20 Agustus 2011

INDAHNYA SHOLAT TARAWIH DI MASJID ATTAQWA & MASJID AGUNG ALBARKAH KOTA BEKASI


 Bekasi 2011, rasanya hati ini terusik ketika mendengar di antara Masjid Jami Attaqwa Ujungharapan dan Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi menerapkan untuk sholat tarawihnya dengan Al-Qur’an 30 Juz, yang berarti setiap satu malam 1 juz Al-Qur’an sehingga pas nanti di malam terakhir puasa, apakah 29 atau 30 sudah dapat di khatamkan dalam sholat. Karena saya terngiang dengan ucapan Kiai Amin Noer putra dari Kiai Noer Ali, bahwa “siapa orang yang membaca atau mendengarkan/menyimak bacaan Al-Qur’an di dalam sholat, maka pahala yang akan didapat berlipatganda hingga 70x lipat”.
Salah satu latar belakang itulah yang menginspirasikan saya untuk dapat terus berjama’ah sholat tarawih dengan iringan para Hafidz Al-Qur’an baik di Masjid Jami’ Attaqwa Ujungharapan maupun di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi. Perbedaan pun mulai tampak antara management Masjid Jami’ Attaqwa Ujungharapan dan Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi, terlihat sekali mulai dari arsitektur masjidnya hingga tatanan design interior di dalamnya. Dalam hati saya menggerutu pantas saja Masjid Agung Al-Barkah bisa se wah seperti perempuan yang pandai berdandan, karena Masjid milik Pemerintah Kota Bekasi, sedangkan Masjid Jami’ Attaqwa mah masjid milik masyarakat Umat Islam Ujungharapan Khususnya dan Bekasi pada umumnya atau boleh dibilang masjid swasta. Tapi, kayaknya management Masjid Attaqwa kudu lebih bisa banyak belajar dari Masjid Agung Al-Barkah, dalam tatanan administrasinya hingga penerapan Imam sholat 5 waktu. Apalagi dengan Imam Sholat Tarawihnya. Dalam hati saya berdecak kagum begitu mendalam dengan suara Imam sholat Tarawih Masjid Agung Al-Barkah yang merdu dan khas sekali. Di samping muda, hafalannya kuat dan dalam membaca Al-Qur’annya dengan memakai lagam murottal. Sehingga membawa saya serasa di Makkah atau Madinah, Ustadz Faisal Ilahi Al-Hafidz nama Imamnya yang mempunyai suara khas dengan lagam ke Indonesiaan yang bercampur Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman As-Sudais atau Asy-Syuraim. Bisa gak yah para Imam2 yang ada di Masjid Attaqwa mencontoh para Imam di masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi dalam membacanya dengan disertai lagam murottal?!
Saya pribadi sangat mengidolakan para Imam yang hafal Qur’an baik di masjid Jami Attaqwa maupun di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi. Sehingga saya terinspirasi, kalau saya nanti punya anak kepingin mencetak menjadi Hafidz Al-Qur’an yang selalu memimpin dalam sholat berjama’ah. Semoga cita-cita besar Pak Kiai Amien Noer Ali, agar masjid Jami’ Attaqwa menjadi seperti miniatur Masjidil Haram Mekkah yang apabila orang yang berada di dalamnya serasa berada di Makkah Al-Mukarromah tercapai. Amien Yaa Allah... IUE-2011
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 09.39 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 07 Agustus 2011

Buah dan Sayur yang Cocok untuk Buka Puasa

Jakarta, Saat puasa, usus akan mengecil karena tak ada makanan yang masuk. Makanan pertama yang Anda makan saat berbuka sangat penting untuk menyegarkan tubuh kembali, misalnya buah dan sayur yang mudah dicerna usus. Buah dan sayur apa saja yang cocok untuk berbuka puasa?
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan cukup energi sehingga harus menghancurkan lemak dan otot rangka untuk diubah menjadi energi. Ini artinya, makanan yang pertama kali Anda makan saat berbuka puasa sangat penting untuk kembali menyegarkan tubuh dan mendapatkan energi.
Makanan yang Anda makan saat berbuka puasa sebaiknya bukan makanan yang sulit dicerna, karena usus akan mengecil selama Anda berpuasa. Ruang dalam usus akan semakin mengecil karena tidak ada makanan yang melaluinya, sehingga dibutuhkan makanan yang mudah dicerna dan membutuhkan sedikit energi asimilasi (untuk mengubah makanan menjadi tenaga).
Jus buah segar atau buah-buahan adalah makanan mengandung banyak air dan mudah dicerna dengan sedikit asimilasi, seperti dilansir Livestrong, Minggu (7/8/2011).
Semangka, anggur dan apel adalah buah-buahan yang dapat dengan mudah dicerna dan diasimilasi dan juga memberikan nutrisi dan energi. Berbuka puasa sangat cocok dengan minum secangkir jus buah segar, diikuti oleh 2 cangkir campuran buah yang terdiri dari melon, anggur, apel dan pir.
Hindari buah jeruk dan nanas pada awal berbuka puasa, karena mungkin terlalu asam dalam perut dan bisa berbahaya bagi penderita maag atau asam lambung tinggi.
Sedangkan sayuran adalah sumber vitamin, mineral, fitonutrien dan zat lainnya. Jus sayuran organik sangat ideal setelah berpuasa.
Pilih sayuran organik karena bebas pestisida, herbisida, hormon, antibiotik dan bahan kimia berbahaya lainnya. Sayuran organik secara alami juga lebih tinggi kandungan antioksidan.
Minum segelas jus wortel segar adalah cara yang baik untuk berbuka puasa. Tambahkan sedikit seledri atau jus bit untuk membuat koktail sayuran bergizi. Salad dari sayuran hijau berdaun kecil seperti selada romaine, lobak, tomat dan mentimun juga mudah dikemas perut untuk mendapatkan nutrisi.
Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 15.47 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 04 Agustus 2011

Efek Puasa Terhadap Tubuh



Sumber: Republika
Selama berpuasa tubuh manusia menghasilkan energi dengan membakar sumber daya yang disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terdiri dari lemak, karbohidrat dan gula sehingga menghasilkan energi.
Hati adalah organ yang paling berperan dalam proses ini. Hati mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut Keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.
Justru tubuh mengambil banyak manfaat dari puasa. Detoksifikasi adalah salah satu manfaat terpenting dari puasa.  Detoksifikasi terjadi saat usus besar, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun.
Proses ini dipercepat saat puasa karena tubuh memecah lemak. Bahan kimia dan racun yang diserap dari makanan dan lingkungan yang disimpan dalam cadangan lemak, dilepaskan selama puasa.
Puasa juga menjadi penyembuh bagi tubuh, pikiran dan jiwa dengan cara yang simultan. Pada tingkat fisik, energi dan sumber daya dialihkan dari sistem pencernaan (yang terus-menerus dilakukan saat kita tak berpuasa) ke sistem kekebalan tubuh dan proses metabolisme sehingga kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dan membangun kembali berjalan optimal.
Studi medis menunjukkan bahwa puasa juga bermanfaat untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan yang abnormal pada tubuh, seperti tumor. Sang tumor menjadi kelaparan dan karenanya lebih mudah untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh.
Puasa memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan sumber daya dan fokus pada pembangunan kembali. Pada tingkat mikroskopis seperti DNA dan RNA menjadi lebih efisien dalam mentranskripsikan protein dan jaringan yang dibutuhkan tubuh.
Perubahan lain dalam tubuh selama puasa termasuk sedikit penurunan suhu inti tubuh karena penurunan tingkat metabolisme dan fungsi tubuh secara umum. Kadar gula darah juga turun karena tubuh menggunakan cadangan glikogen dalam hati dan angka dasar metabolik (BMR) dikurangi dalam rangka untuk menghemat energi.
Sistem pencernaan, yang sangat sering kelebihan beban dan tak henti-hentinya bekerja, juga membersihkan sendiri sehingga pencernaan lebih efisien dan penyerapan nutrisi lebih optimal. Di sisi lain, lapisan lambung dan usus mengikis masalah 'sampah' tubuh. Proses lain yang menopang infrastruktur dasar tubuh juga  meningkat selama puasa, misalnya produksi hormon meningkat serta pelepasan hormon anti-penuaan.
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 08.24 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 03 Agustus 2011

Tips Berbuka Puasa yang Aman Bagi Lambung

Jakarta - Saat tiba waktu berbuka, umat yang menjalankan ibadah puasa memang diperbolehkan makan dan minum. Tapi bukan berarti Anda bisa melahap semua makanan yang diinginkan sekaligus.
Berbuka puasa pun perlu mengikuti langkah-langkah yang benar, karena lambung yang tidak terisi makanan dalam waktu lama cenderung lebih rentan mengalami gangguan pencernaan. Berikut ini tips berbuka puasa yang benar, seperti dikutip dari fasting ygoy.
1. Berbukalah dengan yang Manis
Tahukah Anda, alasan kenapa kita sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan manis terlebih dulu saat berbuka? Karena selama berpuasa, tubuh kehilangan banyak energi dan kurang nutrisi. Gula, atau makanan/minuman yang mengandung gula bisa memberi asupan energi dengan cepat, sehingga tubuh pun cepat kembali segar.
Tapi perhatikan juga konsumsinya, jangan sampai berlebihan dan usahakan gula yang Anda konsumsi alami, yang berasal dari buah-buahan. Idealnya, Anda disarankan makan tiga butir kurma dan air putih, atau satu cangkir teh manis. Anda pun bisa berbuka dengan buah-buahan seperti melon dan semangka.
2. Hindari Minuman Terlalu Dingin
Hindari minuman yang terlalu dingin. Minuman dingin bisa membuat perut cepat kenyang, sehingga kita kehilangan selera untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, yang tidak didapatkan tubuh selama berpuasa. Akibatnya, tubuh akan cepat lemas saat berpuasa esok harinya.
3. Beri Jeda Waktu untuk Makan Berat
Saat berbuka, biasanya kita cenderung kalap, ingin melahap semua makanan yang tersaji. Tapi tahanlah keinginan itu. Lambung perlu beradaptasi dengan makanan setelah lebih dari 12 jam kosong. Langsung 'menghantamnya' dengan makanan berat, akan membuat perut 'kaget' dan bisa menimbulkan perut kembung hingga sembelit.
Setelah mengonsumsi makanan manis, berilah jeda waktu bagi lambung untuk mencerna makanan secara perlahan, kira-kira 10-15 menit. Baru mulai makan makanan berat, misalnya nasi beserta lauk dan sayur. Untuk lebih nyaman, Anda bisa mengonsumsi makanan berat setelah pulang salat Tarawih.
4. Makan Perlahan
Rasa lapar kadang bisa membuat kita kalap sehingga ingin mengunyah makanan lebih cepat agar bisa segera menghabiskan menu berikutnya. Makan dengan cepat bisa mengganggu kadar gula dalam darah, sehingga Anda akan selalu merasa lapar dan semakin semangat mengunyah makanan. Otak membutuhkan sekitar 15 sampai 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang. Makan cepat dapat membuat Anda mengonsumsi makanan berlebihan dan memakan kalori lebih banyak. Tentunya Anda tidak mau, setelah 1 bulan berpuasa, tubuh justru akan jadi lebih gemuk.
Oleh karena itu, makanlah dengan pelan. Mengunyah secara perlahan akan memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap glukosa dan kalori yang diperlukan tubuh, tapi mencegahnya agar tidak terserap berlebihan dan menjadikannya lemak.
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 21.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 02 Agustus 2011

Makan Buah Segar Saat Sahur Bisa Kurangi Risiko Dehidrasi

Jakarta, Puasa berarti tidak minum seharian, sehingga cairan tubuh yang hilang tidak tergantikan. Untuk mencegah dehidrasi, beberapa hal terkait pola makan perlu diperhatikan salah satunya dengan memasukkan buah segar dalam menu makan sahur.
Buah-buahan tertentu khususnya yang banyak mengandung air bisa membantu menjaga kecukupan cairan selama berpuasa sepanjang hari. Melon, semangka, timun dan tomat termasuk buah-buahan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat makan sahur dan berbuka.
Selain mengandung air, buah-buahan tersebut juga banyak mengandung mineral penting untuk menjaga keseimbangan eletrolit tubuh. Kandungan mineralnya lebih banyak dibandingkan sumber-sumber karbohidrat seperti nasi dan roti, maupun lauk- pauk seperti ikan dan daging ayam.
Meski demikian, unsur terpenting yang harus dipenuhi untuk mencegah dehidrasi di siang hari tentu saja air. Air putih paling dianjurkan, sementara kopi dan teh sebaiknya dikurangi karena mengandung kafein yang bersifat diuretik atau meluruhkan kencing.
Minuman bersoda juga harus dibatasi selama puasa, karena jenis minuman seperti ini juga mengandung kafein. Meski untuk sesaat bisa memberikan sensasi segar, dalam jangka beberapa jam kemudian kafein akan menyebabkan sering kencing lalu dehidrasi karena selama puasa tidak boleh minum untuk menggantikan cairan yang keluar.
Hilangnya cairan tubuh saat berpuasa di siang hari tidak hanya terjadi saat kencing dan berkeringat. Dikutip dari Healthycan, Selasa (2/8/2011), cairan tubuh juga keluar dalam bentuk uap melalui permukaan kulit maupun rongga mulut dan lubang hidung saat bernapas dan berbicara.
Meski harus mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari, bukan berarti saat sahur dan berbuka harus minum air putih banyak-banyak. Air putih yang dikonsumsi memang harus banyak, tetapi tidak boleh sekaligus melainkan harus secara teratur dan bertahap sepanjang malam.
Tidak sulit untuk mengatur waktu minum di malam hari, yang penting jangan dipaksakan untuk minum terlalu banyak dalam waktu bersamaan. Sebagai contoh saat berbuka minum 2 gelas, sebelum tidur minum lagi dan seterusnya hingga terpenuhi kebutuhan untuk sehari yang jumlahnya kurang lebih 2 liter.
Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Diposting oleh Ihya Ulumuddin di 10.04 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • Maret (1)
  • Februari (1)
  • November (1)
  • Maret (2)
  • September (1)
  • September (1)
  • Januari (3)
  • November (3)
  • Oktober (1)
  • Agustus (1)
  • Juli (1)
  • Juni (2)
  • April (1)
  • Januari (2)
  • Desember (1)
  • Oktober (2)
  • September (2)
  • Agustus (9)
  • Mei (1)
  • April (13)
  • Maret (22)

Mengenai Saya

Ihya Ulumuddin
Lihat profil lengkapku

Pengikut


Free Calendar
IUE.COM. Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.