Bermimpilah menjadi orang besar dan hebat selagi bermimpi itu gratis ! (Heru Purnomo)
Selasa, 10 Juli 2012
Sabtu, 30 Juni 2012
Kamis, 26 April 2012
Rabu, 18 Januari 2012
Sambutan event Penganugerahan Lomba Menulis sosok KH. Noer Ali Pahlawan Nasional Asal Bekasi
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على سيد المصطفى وعلى اله واصحابه اهل الصدق والتقى. اما بعد
يقول الله تعالى فى محكم تنزيله وهو اصدق القائلين اعودبالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم وهو الدي جعلكم خلائف الارض ورفع بعضكم فوق بعض درجات ليبلوكم في ما أتاكم ان ربك سريع العقاب وانه لغفوررحيم. صدق الله العظيم وصدق رسوله النبي الكريم ونحن على دلك من الشاهدين والشاكرين والحمدلله رب العالمين.
Puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kepada kita semua nikmat. Meliputi nikmat Iman, Islam serta nikmat kesehatan. Sehingga dengan nikmat tersebut kita semua dapat bersilaturrahim di acara yang penuh dengan keberkahan dan Ilmu pengetahuan.
Sholawat dan salam marilah kita hadiahkan teruntuk sang revolusioner Islam sejati, Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa ummatnya dari zaman Jahiliyah hingga ke zaman Ilmiyah.
Terima kasih kami haturkan kepada Keluarga Besar Almaghfurlah Wal-Mujahid Fii Sabilillah KH. Noer Alie dan Attaqwa.
Terima kasih kami haturkan kepada Bapak Pimpinan Umum Yayasan Attaqwa Pusat (Bapak KH. Moh. Amien Noer Alie, MA)
Terima kasih pula kami haturkan teruntuk Guru Kami tercinta Pimp. Ponpes Attaqwa Pusat Putera (Bapak KH. Nurul Anwar Noer Alie, Lc)
Terima kasih pula kami haturkan teruntuk Ibu Ustazah Hj. Atiqoh Noer Alie, MA selaku (Pimp. Ponpes Attaqwa Pusat Puteri).
Terima kasih pula kami haturkan teruntuk Abangku Alumni Attaqwa tahun 1992 (Bapak H. Muhtadi Muntaha, Lc) yang biasa saya baca ketika membaca koran Radar Bekasi terkait dengan statement-statementnya dengan nama panggilan HUGO MUHTADI selaku Anggota Komisi D DPRD Kab. Bekasi. Terima kasih Abangku atas aspirasinya dalam bidang peningkatan kualitas SDM Alumni dan pelajar Attaqwa.
Rekan-rekan panitia dan para pengagum serta pemerhati pemikiran-pemikiran KH. Noer Alie semuanya yang saya hormati.
Dan terima kasih pula kami haturkan kepada Abangku DR. H. Sa'duddin, MM atas di acc-nya program peningkatan SDM di lingkungan Pemuda/pelajar di Bekasi dengan adanya Lomba ini.
Mengutip goresan pena nya Chairil Anwar yang terinspirasi dari semangat patriotisme nya Sang Mujahid Almghfurlah KH. Noer Alie (Karawang – Bekasi) “Kami sudah coba apa yang kami bisa. Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa. Kami sudah beri kami punya jiwa. Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa. Kenang-kenanglah kami. Menjaga Bung Karno. Menjaga Bung Hatta. Menjaga Bung Syahrir”
Petuah Sang Pahlawan Nasional pun kepada murid formal dan non formalnya dengan jargon “Jadilah Elu itu orang yang Bener, Pinter dan Terampil” sedikit tapi penuh makna dan isi yang amat dalam untuk mentafsirkannya.
Kami pun teringat dengan pesan KH. Imam Zarkasyi (pelopor pendidikan Islam modern) pendiri PM GONTOR yang berkata “Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar, yang satu ini sama dengan seribu, kalaupun yang satu ini pun tidak ada, maka aku akan mengajar dengan pena.”
Gary Yukl, dalam Bukunya “Leadership in Organization” (Kepemimpinan dalam Organisasi) Edisi Kelima menggambarkan di halaman 289 kalau kita perhatikan dengan seksama bahwa “Almaghfurlah Wal-Mujahid Fii Sabilillah Bapak KH. Noer Ali adalah ciri seorang Leader/pemimpin yang berkarisma, berkarakter dan transformasional.” Karena berkat beliau (KH. Noer Ali) Jumalang bisa menjadi Ujungharapan, yang semoga penuh dengan keberkahan dan harapan-harapan serta daerah Bekasi dapat tumbuh dan berkembang dan maju seperti sekarang.
Dari kalimat-kalimat progressif di atas lah yang menjadi titik tolak tercetusnya ide untuk mengadakan Lomba Menulis Sosok KH. Noer Ali Pahlawan Nasional Asal Bekasi, meskipun banyak pertimbangan dan kajian yang dalam dari Bang Hugo dalam menentukan aspirasi ini. Dengan harapan semoga dengan adanya Lomba Menulis ini. Panutan dan idola kita sepanjang hayat benar-benar menjadi tokoh yang patut di gugu dan ditiru.
Akhirnya, tiada gading yang tak retak. Dan tugas kami belum selesai, kami bangga dan salut kepadamu, akan kami patri terus semangat jihad dan perjuanganmu wahai sang Mujahid... di setiap jiwa dan batin generasi penerus mu Pemuda Jumalang dan Bekasi Raya.
Salam JAS MERAH...
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Rabu, 11 Januari 2012
KARAWANG - BEKASI
KARAWANG BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
Karya Chairil Anwar
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
Karya Chairil Anwar
Rabu, 07 Desember 2011
Penjaja Keripik Mr. Kribo Aseli Bekasi (Mr. Ihya Brown, Mr. Ontel Blue, Mr. Red Apple)
Lebih tepatnya saat aku melihat dia adalah mengingatkan aku pada sosok guru sewaktu aku masih duduk di bangku SD, dia mirip sekali dengan guru seniku. Guru yang selalu mengajarkan aku indahnya bermain music dan indahnya berseni. Dari jiwa guruku itu yang pernah membuat aku bermimpi untuk menjadi seniman. Dari cara dia berbicara juga sangat mirip sekali dengan guruku itu. Aku jadi ingin mengulang masa-masa SD.
“Ini yang dagang keripik Mr. Kribo yang itu dia Dosen loh Dee.” Kata Kakakku sambil mengunjuk dia yang aku katakana mirip guru SD ku.
“Dosen Kak ? kok jualan keripik di pinggir jalan ?” tanyaku penasaran sekali
“Jangan salah, tim akademik keripik kribo itu bukan orang yang pengangguran Dee.”
“Oh gitu.” Jawabku sambil berfikir “Ih hebat banget yah”
Aku sangat menyukai malam hari. Sungguh indah tepatnya. Di bawah pohon, di tengah keramaian kota. Aku duduk bersama Kakakku dan dia. Sambil menikmati indahnya malam hari, dia bercerita asal usul munculnya Keripik Mr. Kribo.
“Sebelum jadi seorang pedagang keripik ini, saya guru SMA, ceritanya saya cinlok sama murid saya itu.” awal dia bercerita. Aku masih terdiam mendengarkan dengan baik.
“Emmm terus Pak ?” tanyaku
“Dia mau juga ternyata sama saya, suatu hari dia kasih saya sesuatu.”
“Apa itu Pak ?”
“Kaos, sederhana mungkin tapi itu sungguh jadi inspirasi buat saya. Kaosnya gambar orang yang rambutnya kribo.”
“Oh jadi itu awalnya yah Pak ?”
“Iya.”
“Sungguh indah.”
“Bukan hanya itu yang jadi inspirasi saya dagang keripik Mr. Kribo.”
“Apalagi Pak ?”
Tutur kata dia begitu pelan dan santai. Aku masih duduk manis dan tetap mendengarkan. Hidup itu berputar, kadang hitam kadang putih dan itu sudah mutlak. Sebelum dia jadi seorang dosen, dia hanyalah anak lulusan pesantren yang menjadi tukang sapu di salah satu tempat bimbel.
“Bisa bayangin gak, saya udah nyapu ngepel eh anak-anak yang bimbel pada nginjek nginjek ?” ucap dia. Aku hanya tersenyum
Semangat mudanya sungguh menggebu. Mulai hanya dari seorang tukang sapu hingga menjadi guru sampai menjadi seorang dosen itu membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah. Tapi itulah hidup.
“Saya pasti bisa, hanya itu yang ada di dalam benak saya. Saya berusaha hingga jadilah saya sekarang yang tadinya hanya menjadi tukang sapu, sekarang saya bisa menjadi dosen berdasi dan usaha keripik. Kuncinya hanya kita mau usaha dan semangat serta berdoa.”
Simple sekali memang, tapi cerita malam itu membuatku tak habis pikir. Hanya dari awal yang begitu sederhana bisa menciptakan hasil yang patut di banggakan.
***
“Gaji Dosen itu memang cukup untuk saya sendiri, tapi engga akan cukup untuk keluarga saya nanti makanya saya cari usaha lain.” Ucap dia sambil meceritakan bahwa gaji Dosen itu mungkin cukup untuk hanya keperluan dia tapi jika suatu hari dia sudah berkeluarga, dia katakan bahwa gaji Dosen tidak akan mencukupinya.
“Segala sesuatu itukan butuh proses yah, ketika saya ada keinginan untuk membuka usaha, dari situlah saya bertemu ke-2 teman saya ini.” Dia menunjuk Kakakku dan teman nya yang juga duduk di sampingku. Sekarang aku tau yang melatar belakangi terciptanya usaha yang sederhana tapi sangat bermanfaat ini adalah ketika takdir mempertemukan pemuda yang tangguh untuk membangun sebuah usaha. Aku yakin mereka bisa, karena dari hal kecil itulah akan tumbuh menjadi hal yang paling besar.
“Kita punya kesamaan prinsip Dee.” Ucap Kakakku
“Prinsip apa kak ?” tanyaku
“Prinsip kalo kita engga mau kerja itu digaji, kita pengen jadi bos.” Semangat Kakakku selalu buat aku percaya kalau dia bisa menjadi orang hebat.
“Hebat.” Ucapku tersenyum lirih
“You are is the best Dee.” Ledekan kakakku itu membuat malam menjadi lebih indah dari biasanya
“Ah kakak bisa aja.”
***
“Jadi begitu ceritanya Dee.” Ucap Kakakku
“Unik sekali yah kak, hanya berawal dari sebuah pemberian kaos yang gambarnya orang kribo terus dari semangat dia yang awalnya menjadi tukang sapu hingga bisa menjadi seorang dosen dan sekarang usaha keripik.”
“Betul sekali itu Dee, kita engga pernah malu kok jualan keripik di pinggir jalan.”
“Hebat banget ih kak, padahal kakak dan ke dua teman kakak itu seorang guru yang engga pernah malu untuk maju.”
“Kamu bisa aja, Dee.”
“Aku salut loh Kak.”
“Doain aja semoga usaha keripik ini bisa lancar dan bisa masuk program di tivi hehehe.” Canda Kakakku
“Aamiin Kaka.” Aku tersenyum penuh kelegaan
Tidak ingin rasanya aku melewati malam itu. Malam yang memberi aku banyak pelajaran serta semangat baru yang menggebu menggapai asa untuk maju. Apakah aku bisa seperti Pak Maulana yang mirip bangat dengan guru seni waktu di SD ku dulu?. Semoga...
***
Senin, 31 Oktober 2011
99 Cahaya di Langit Eropa
Sinopsis
Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. ‘’Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum,’’ ungkap Marion akhirnya.
***
Apa yang Anda bayangkan jika mendengar “Eropa”? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?
Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam. Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah “pencarian”. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.
Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan orang-orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin. Perjalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. Perjalanan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya.
Pada akhirnya, di buku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekadar Eiffel atau Colosseum. Lebih…sungguh lebih daripada itu.
***
Apa yang Anda bayangkan jika mendengar “Eropa”? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?
Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam. Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah “pencarian”. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.
Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan orang-orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin. Perjalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. Perjalanan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya.
Pada akhirnya, di buku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekadar Eiffel atau Colosseum. Lebih…sungguh lebih daripada itu.
“Buku ini berhasil memaparkan secara menarik betapa pertautan Islam di Eropa sudah berlangsung sangat lama dan menyentuh berbagai bidang peradaban. Cara menyampaikannya sangat jelas, ringan, runut, dan lancar mengalir. Selamat!”
–M. Amien Rais (Ayahanda Penulis)
“Pengalaman Hanum sebagai jurnalis membuat novel perjalanan sekaligus sejarah ini mengalir lincah dan indah. Kehidupannya di luar negeri dan interaksinya dengan realitas sekulerisme membuatnya mampu bertutur dan berpikir ‘out of the box’ tanpa mengurangi esensi Islam sebagai rahmatan lil alamin.”
–Najwa Shihab (Jurnalis dan Host Program Mata Najwa, Metro TV)
“Karya ini penuh nuansa dan gemuruh perjalanan sejarah peradaban Islam Eropa, baik pada masa silam yang jauh maupun pada masa sekarang, ketika Islam dan Muslim berhadapan dengan realitas kian sulit di Eropa.”
–Azyumardi Azra (Guru Besar Sejarah, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, Jakarta)
“Hanum mampu merangkai kepingan mosaik tentang kebesaran Islam di Eropa beberapa abad lalu. Lebih jauh lagi, melihat nilai-nilai Islam dalam kehidupan Eropa. Islam dan Eropa sering ditempatkan dalam stigma ‘berhadapan’, sudah saatnya ditempatkan dalam kerangka stigma ‘saling menguatkan’.”
–Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar)
Minggu, 16 Oktober 2011
INFO LOMBA NULIS BESUTAN ALUMNI feat PPA PUTRA, IKRA PUSAT & di dukung Oleh RADIO ATTAQWA 107.7 FM
INFO LOMBA NULIS BESUTAN ALUMNI feat PPA PUTRA, IKRA PUSAT & di dukung Oleh RADIO ATTAQWA 107.7 FM (boleh dicopy info ini)
Lomba Menulis
Sosok KH. Noer Alie Pahlawan Nasional Asal Bekasi
Bentuk Kegiatan
1. Lomba Menulis Sosok KH. Noer Alie
Pahlawan Nasional Asal Bekasi :
Judul Pilihan Tulisan :
1. Kategori Alumni/Abituren Attaqwa
1. Macan Bekasi
2. Singa Karawang Bekasi
3. KH. Noer Alie : Antara Dakwah dan Politik
4. KH. Noer Alie ; Mutiara dari Utara Bekasi
II. Kategori Pelajar (Pelajar MTs dan MA atau sederajat, baik pusat Maupun Cabang Attaqwa)
1. Aku Rindu Kiai Noer Alie
2. Enung (Kisah Masa Kecil KH. Noer Alie)
Peserta boleh perorangan atau Kelompok (maksimal 3 orang)
Penyelenggara
Panitia (Alumni Ponpes Attaqwa KH. Noer Alie) sang Pahlawan Nasional Asal Bekasi bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Attaqwa (PPA) Putra, IKRA PUSAT serta di dukung Oleh Radio ATTAQWA 107,7 FM / Media Dakwah, Informasi dan Hiburan.
Peserta Lomba
Peserta Lomba adalah : Alumni/Abituren Attaqwa dan Pelajar (Pelajar MTs dan MA atau Sederajat, baik pusat maupun Cabang Attaqwa).
Syarat Lomba
Kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan pada :
1. Pelaksanaan Lomba akan dilaksanakan pada Bulan Juli 2011 s/d Desember 2011.
2. Pengumpulan Naskah Tulisan paling lambat dikumpulkan pada 30 Nopember 2011 di Sekretariat Panitia Radio Attaqwa 107,7 FM pada Pukul 00.00 WIB.
3. Pemenang akan diumumkan pada Tanggal 25 Desember 2011 dalam acara Puncak yang bertema “Pahlawanku Teladanku” (pengumuman pemenang dan pembagian hadiah)
4. Karya Pemenang Lomba akan dijilid sebanyak 10 bundel untuk Kemendiknas Kab. Bekasi, 10 bundel untuk Ponpes Attaqwa Putra, dan 20 bundel untuk Yayasan Attaqwa Pusat.
5. Naskah Tulisan diketik dengan Kertas A4 double spasi font 12 TNR minimal 100 halaman untuk kategori Alumni, dan 60 halaman untuk kategori Pelajar / boleh berbentuk Novel atau Karya Ilmiah Populer.
6. Menyertakan Sinopsis Tulisan 1-2 lembar
7. Menyertakan Formulir Pendaftaran / Identitas Lengkap beserta copy KTP/Kartu Pelajar dan telp/HP yang mudah dihubungi.
8. Membuat pernyataan dengan materai 6000 bahwa naskah tulisan adalah hasil karya sendiri dan bukan jiplakan. Apabila diketahui melanggar, maka akan terkena diskualifikasi dari Lomba.
9. Membuat Pernyataan dengan Materai 6000 bahwa naskah tulisan yang masuk ke Panitia secara otomatis akan menjadi milik panitia, dan penulis akan mendapat 7 % dari hasil penjualan jika naskah diterbitkan, oleh penerbitan resmi.
Hadiah Lomba
1. Kategori Alumni/Abituren akan mendapatkan 1 buah Laptop dan Uang Prestasi Rp. 5.000.000.00 + Piagam Penghargaan
2. Kategori Pelajar akan mendapatkan 1 buah Laptop dan Uang Prestasi Rp. 3.000.000.00 + Piagam Penghargaan
Tim Penilai
1. Drs. Ali Anwar (Sejarawan Bekasi)
2. Nurul Amin Mu’thi, MPd (Alumni Attaqwa, Akademisi)
3. Lulu El-Maknun, SPd (Novelis Attaqwa)
Kesekretariatan
Radio Attaqwa 107,7 FM Komplek Ponpes Attaqwa Putra
Jl. Pesantren Attaqwa Ujungharapan, Bahagia, Babelan, Kab. Bekasi 17612
Telp. (021) 94271083, 93707224, 085711064166
panitialombamenuliskh.noeralie @yahoo.co.idLihat Selengkapnya
Lomba Menulis
Sosok KH. Noer Alie Pahlawan Nasional Asal Bekasi
1. Lomba Menulis Sosok KH. Noer Alie
Pahlawan Nasional Asal Bekasi :
Judul Pilihan Tulisan :
1. Kategori Alumni/Abituren Attaqwa
1. Macan Bekasi
2. Singa Karawang Bekasi
3. KH. Noer Alie : Antara Dakwah dan Politik
4. KH. Noer Alie ; Mutiara dari Utara Bekasi
II. Kategori Pelajar (Pelajar MTs dan MA atau sederajat, baik pusat Maupun Cabang Attaqwa)
1. Aku Rindu Kiai Noer Alie
2. Enung (Kisah Masa Kecil KH. Noer Alie)
Peserta boleh perorangan atau Kelompok (maksimal 3 orang)
Penyelenggara
Panitia (Alumni Ponpes Attaqwa KH. Noer Alie) sang Pahlawan Nasional Asal Bekasi bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Attaqwa (PPA) Putra, IKRA PUSAT serta di dukung Oleh Radio ATTAQWA 107,7 FM / Media Dakwah, Informasi dan Hiburan.
Peserta Lomba
Peserta Lomba adalah : Alumni/Abituren Attaqwa dan Pelajar (Pelajar MTs dan MA atau Sederajat, baik pusat maupun Cabang Attaqwa).
Syarat Lomba
Kegiatan tersebut di atas akan dilaksanakan pada :
1. Pelaksanaan Lomba akan dilaksanakan pada Bulan Juli 2011 s/d Desember 2011.
2. Pengumpulan Naskah Tulisan paling lambat dikumpulkan pada 30 Nopember 2011 di Sekretariat Panitia Radio Attaqwa 107,7 FM pada Pukul 00.00 WIB.
3. Pemenang akan diumumkan pada Tanggal 25 Desember 2011 dalam acara Puncak yang bertema “Pahlawanku Teladanku” (pengumuman pemenang dan pembagian hadiah)
4. Karya Pemenang Lomba akan dijilid sebanyak 10 bundel untuk Kemendiknas Kab. Bekasi, 10 bundel untuk Ponpes Attaqwa Putra, dan 20 bundel untuk Yayasan Attaqwa Pusat.
5. Naskah Tulisan diketik dengan Kertas A4 double spasi font 12 TNR minimal 100 halaman untuk kategori Alumni, dan 60 halaman untuk kategori Pelajar / boleh berbentuk Novel atau Karya Ilmiah Populer.
6. Menyertakan Sinopsis Tulisan 1-2 lembar
7. Menyertakan Formulir Pendaftaran / Identitas Lengkap beserta copy KTP/Kartu Pelajar dan telp/HP yang mudah dihubungi.
8. Membuat pernyataan dengan materai 6000 bahwa naskah tulisan adalah hasil karya sendiri dan bukan jiplakan. Apabila diketahui melanggar, maka akan terkena diskualifikasi dari Lomba.
9. Membuat Pernyataan dengan Materai 6000 bahwa naskah tulisan yang masuk ke Panitia secara otomatis akan menjadi milik panitia, dan penulis akan mendapat 7 % dari hasil penjualan jika naskah diterbitkan, oleh penerbitan resmi.
Hadiah Lomba
1. Kategori Alumni/Abituren akan mendapatkan 1 buah Laptop dan Uang Prestasi Rp. 5.000.000.00 + Piagam Penghargaan
2. Kategori Pelajar akan mendapatkan 1 buah Laptop dan Uang Prestasi Rp. 3.000.000.00 + Piagam Penghargaan
Tim Penilai
1. Drs. Ali Anwar (Sejarawan Bekasi)
2. Nurul Amin Mu’thi, MPd (Alumni Attaqwa, Akademisi)
3. Lulu El-Maknun, SPd (Novelis Attaqwa)
Kesekretariatan
Radio Attaqwa 107,7 FM Komplek Ponpes Attaqwa Putra
Jl. Pesantren Attaqwa Ujungharapan, Bahagia, Babelan, Kab. Bekasi 17612
Telp. (021) 94271083, 93707224, 085711064166
panitialombamenuliskh.noeralie
Minggu, 18 September 2011
Ilmu Pengetahuan Sosial dalam perspektif Al-Qur'an
Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal
Pada awalnya, planet ini merupakan bagian dari bintang matahari—bintang matahari itu sendiri, pada awalnya merupakan bagian dari satu kesatuan kosmos yang ada di alam semesta ini yang telah diciptakan oleh Allah SWT—yang selanjutnya memisahkan diri sejak 4.600 juta tahun yang lalu, menurut pendapat sebagian para ilmuwan.
Planet ini, yang sekarang kita tempati tampak begitu indah dan menakjubkan. Padahal selama 400 juta tahun, ia kosong dari kehidupan. Di mana kehidupan di planet ini, pada pertama kalinya ditemukan pada hitungan masa 600 juta tahun yang lalu.
Untuk sampai pada pengetahuan yang memuaskan, kaitannya dengan 'bagaimana dan kapan' kehidupan ini terbentuk, sesungguhnya memerlukan waktu yang sangat panjang. Dan tidak dapat dipastikan kecuali pada zaman modern ini. (Perhatikan bagaimana Al-Qur'an lebih dahulu membicarakannya).
Pada permulaannya, upaya manusia untuk memahami hakikat kehidupan ini, didasarkan pada pemikiran yang dangkal sekali, berlandaskan dugaan-dugaan semata, bukan hasil eksperimen. Penafsiran awal tentang kehidupan ini, mengatakan bahwa kehidupan di bumi ini, tercipta dari sebiji benih yang didatangkan oleh jin dari planet lain.
Selanjutnya, konsepsi itu berkembang dengan munculnya teori yang mengatakan bahwa kehidupan di bumi, berawal dari benda-benda mati. Perdebatan tentang teori ini berlangsung selama 200 tahun lebih. Sebagian orang mendukungnya dan sebagian lain menentangnya.
Kemudian setelah itu, muncul Louis Pasteur, seorang ilmuwan berkebangsaan Prancis, yang mengatakan bahwa kehidupan ini tidak mungkin tercipta, kecuali didasarkan pada benda-benda hidup. Dalam membuktikan teorinya ini, Louis menggunakan bantuan tabungnya, yang kemudian terkenal dengan ‘tabung pasteur’. Berdasarkan teori Louis ini, kemudian muncul pertanyaan, bagaimanakah benda hidup itu pertama kali ada?
Para ilmuwan berusaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini. Pada akhirnya, mereka mencoba untuk menganalisa mineral yang terdapat pada tubuh makhluk hidup dan yang terdapat di lautan. Dan dengan bantuan alat yang canggih, mereka sampai pada kesimpulan yang sama pada kedua penelitian di dua obyek yang berbeda, bahwa asal dari kehidupan ini adalah air.
Demikianlah, ilmu engetahuan modern telah memastikan bahwa asal kehidupan di dunia ini adalah air. Sebagaimana para ilmuwan menetapkan bahwa tahapan pertama dari kehidupan ini adalah air.
Penemuan ini berhasil didapatkan pada saat di mana dunia sudah modern dan perkembangan teknologi yang digunakan para ilmuwan telah maju. Namun coba lihat, saat di mana Al-Qur'an diturunkan. Saat itu tidak ada alat canggih yang dapat digunakan oleh Muhammad SAW hingga beliau menyimpulkan hal yang sama yang disimpulkan oleh para ilmuwan puluhan abad setelahnya.
Apa yang dikatakan Al-Qur'an telah awal kehidupan ini? Allah SWT berfirman: "... Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup..." (QS Al-Anbiya': 21)
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman: "Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki." (QS An-Nur: 45)
Perhatikan, bagaimana Al-Qur'an sejak 14 abad yang lalu, telah mengatakan dan menegaskan bahwa asal kehidupan ini adalah air.
Apakah Nabi Muhammad SAW seorang ahli biologi, hingga ia dapat mengatakan demikian? Nabi Muhammad tidak pernah meminta seseorang pun untuk memberitahukan kepadanya tentang asal muasal kehidupan. Lalu apa motivasi yang mendorongnya untuk mengatakan hakikat ilmiah semacam ini, sedangkan seorang pun tidak ada yang bertanya kepadanya tentang hal ini? Apa yang akan terjadi, sekiranya apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad berlawanan dengan realitas sesungguhnya?
Permasalahan ini lebih besar dari semua bentuk pertanyaan ini. Karena yang mengatakan demikian bukan Nabi Muhammad sendiri. Dirinya bukanlah siapa-siapa, melainkan seorang yang ditugasi untuk menyampaikan apa yang telah diterimanya. Yang mengatakan hal itu sesungguhnya adalah Allah SWT yang telah menciptakan kehidupan ini. Dialah yang mengetahui bagaimana kehidupan ini pada mulanya tercipta dan dari apa?
Selain permasalahan asal muasal kehidupan, Al-Qur'an juga banyak menceritakan hal lain yang berkaitan dengan kehidupan ini. Salah satunya tentang Adam. Dalam Al-Quran dijelaskan, bahwa Allah SWT telah menciptakan Adam AS sebagai manusia pertama.
Suku kata ‘adam’ dalam bahasa Arabnya berasal dari kata ‘adîmul ardhi’ yang artinya makhluk yang diciptakan dari lapisan permukaan bumi yang disebut debu (turbah). Al-Qur'an menegaskan bahwa Adam diciptakan dari unsur debu ini, sebagaimana yang Allah SWT firmankan: "Dari bumi (tanah), itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kami pada kali yang lain." (QS Thaha: 55)
Yang menakjubkan, ketika para ilmuwan menganalisa kandungan zat yang terdapat pada tubuh manusia, mereka mendapatkan bahwa unsur pembentuk tubuh manusia itu ada 16, di antaranya: silikon, besi, alumunium, kalsium, sodium, potasium, magnesium dan lain sebagainya. Dan pada saat yang sama, ketika mereka menganalisa kandungan zat yang terdapat pada debu, mereka mendapatkan jumlah yang sama pada unsur pembentuknya.
Penemuan itu menegaskan bahwa manusia diciptakan dari unsur-unsur ini. Dan sebagai unsur utamanya adalah air. Maka berdasarkan hal ini, manusia diciptakan dari debu (turbah) atau tanah (thîn) yang merupakan campuran antara debu dan air.
Lalu bagaimana orang itu akan kembali dibangkitkan? Untuk menjawab orang-orang yang mengatakan demikian, cukup kita mengatakan bahwa masalah kebangkitan kembali manusia, tidak terkait dengan jasadnya yang pertama atau unsur-unsur yang membentuk jasadnya persis 100 persen sebagaimana saat dia hidup di dunia. Karena tubuh setiap orang, sesungguhnya terdiri dari 16 unsur, di mana masing-masing memiliki kadar tertentu di dalam tubuhnya.
Boleh jadi antara satu orang dengan orang lainnya memiliki kesamaan dalam satu atau dua unsur atau lebih. Namun tidak ada seorang pun yang memiliki kesamaan dalam keseluruhan unsur yang membentuk tubuhnya. Karenanya, sekiranya setiap tubuh diciptakan oleh Allah dengan kadar yang berbeda-beda pada setiap unsur yang membentuknya, maka Allah Maha Kuasa untuk membangkitkan orang itu dengan kadar masing-masing unsur.
Allah SWT berfirman: "Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; Ia berkata: 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." (QS Yaasin: 77-79)
Coba perhatikan firman Allah "Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk". Apa maksudnya? Maksudnya adalah penegasan bahwa Allah SWT mengetahui setiap komposisi tertentu dari setiap unsur pembentuk manusia dan kadar unsur-unsur tersebut bagi setiap tubuh. Karena Dialah yang telah menciptakan unsur-unsur ini dan menentukan kadarnya. Bagaimana Allah dikatakan tidak mampu membangkitkan kembali tubuh manusia sebagaimana sebelumnya?
Dalam ayat lain, Allah SWT menegaskan bahwa manusia akan dibangkitkan kembali setelah kematiannya berdasarkan kadar unsur-unsur yang terdapat pada tubuhnya ketika ia hidup di dunia ini. Allah berfirman: "...Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya." (QS Al-A'raaf: 29)
Kesimpulannya, jika kita perhatikan ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan makhluk hidup yang dijadikan khalifah di muka bumi ini (manusia), maka kita akan menemukan banyak hal yang menakjubkan. Dan terbuktilah kebenaran Al-Qur'an ini sebagai Kitab Suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW. Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.
Pada awalnya, planet ini merupakan bagian dari bintang matahari—bintang matahari itu sendiri, pada awalnya merupakan bagian dari satu kesatuan kosmos yang ada di alam semesta ini yang telah diciptakan oleh Allah SWT—yang selanjutnya memisahkan diri sejak 4.600 juta tahun yang lalu, menurut pendapat sebagian para ilmuwan.
Planet ini, yang sekarang kita tempati tampak begitu indah dan menakjubkan. Padahal selama 400 juta tahun, ia kosong dari kehidupan. Di mana kehidupan di planet ini, pada pertama kalinya ditemukan pada hitungan masa 600 juta tahun yang lalu.
Untuk sampai pada pengetahuan yang memuaskan, kaitannya dengan 'bagaimana dan kapan' kehidupan ini terbentuk, sesungguhnya memerlukan waktu yang sangat panjang. Dan tidak dapat dipastikan kecuali pada zaman modern ini. (Perhatikan bagaimana Al-Qur'an lebih dahulu membicarakannya).
Pada permulaannya, upaya manusia untuk memahami hakikat kehidupan ini, didasarkan pada pemikiran yang dangkal sekali, berlandaskan dugaan-dugaan semata, bukan hasil eksperimen. Penafsiran awal tentang kehidupan ini, mengatakan bahwa kehidupan di bumi ini, tercipta dari sebiji benih yang didatangkan oleh jin dari planet lain.
Selanjutnya, konsepsi itu berkembang dengan munculnya teori yang mengatakan bahwa kehidupan di bumi, berawal dari benda-benda mati. Perdebatan tentang teori ini berlangsung selama 200 tahun lebih. Sebagian orang mendukungnya dan sebagian lain menentangnya.
Kemudian setelah itu, muncul Louis Pasteur, seorang ilmuwan berkebangsaan Prancis, yang mengatakan bahwa kehidupan ini tidak mungkin tercipta, kecuali didasarkan pada benda-benda hidup. Dalam membuktikan teorinya ini, Louis menggunakan bantuan tabungnya, yang kemudian terkenal dengan ‘tabung pasteur’. Berdasarkan teori Louis ini, kemudian muncul pertanyaan, bagaimanakah benda hidup itu pertama kali ada?
Para ilmuwan berusaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini. Pada akhirnya, mereka mencoba untuk menganalisa mineral yang terdapat pada tubuh makhluk hidup dan yang terdapat di lautan. Dan dengan bantuan alat yang canggih, mereka sampai pada kesimpulan yang sama pada kedua penelitian di dua obyek yang berbeda, bahwa asal dari kehidupan ini adalah air.
Demikianlah, ilmu engetahuan modern telah memastikan bahwa asal kehidupan di dunia ini adalah air. Sebagaimana para ilmuwan menetapkan bahwa tahapan pertama dari kehidupan ini adalah air.
Penemuan ini berhasil didapatkan pada saat di mana dunia sudah modern dan perkembangan teknologi yang digunakan para ilmuwan telah maju. Namun coba lihat, saat di mana Al-Qur'an diturunkan. Saat itu tidak ada alat canggih yang dapat digunakan oleh Muhammad SAW hingga beliau menyimpulkan hal yang sama yang disimpulkan oleh para ilmuwan puluhan abad setelahnya.
Apa yang dikatakan Al-Qur'an telah awal kehidupan ini? Allah SWT berfirman: "... Dan dari air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup..." (QS Al-Anbiya': 21)
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman: "Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki." (QS An-Nur: 45)
Perhatikan, bagaimana Al-Qur'an sejak 14 abad yang lalu, telah mengatakan dan menegaskan bahwa asal kehidupan ini adalah air.
Apakah Nabi Muhammad SAW seorang ahli biologi, hingga ia dapat mengatakan demikian? Nabi Muhammad tidak pernah meminta seseorang pun untuk memberitahukan kepadanya tentang asal muasal kehidupan. Lalu apa motivasi yang mendorongnya untuk mengatakan hakikat ilmiah semacam ini, sedangkan seorang pun tidak ada yang bertanya kepadanya tentang hal ini? Apa yang akan terjadi, sekiranya apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad berlawanan dengan realitas sesungguhnya?
Permasalahan ini lebih besar dari semua bentuk pertanyaan ini. Karena yang mengatakan demikian bukan Nabi Muhammad sendiri. Dirinya bukanlah siapa-siapa, melainkan seorang yang ditugasi untuk menyampaikan apa yang telah diterimanya. Yang mengatakan hal itu sesungguhnya adalah Allah SWT yang telah menciptakan kehidupan ini. Dialah yang mengetahui bagaimana kehidupan ini pada mulanya tercipta dan dari apa?
Selain permasalahan asal muasal kehidupan, Al-Qur'an juga banyak menceritakan hal lain yang berkaitan dengan kehidupan ini. Salah satunya tentang Adam. Dalam Al-Quran dijelaskan, bahwa Allah SWT telah menciptakan Adam AS sebagai manusia pertama.
Suku kata ‘adam’ dalam bahasa Arabnya berasal dari kata ‘adîmul ardhi’ yang artinya makhluk yang diciptakan dari lapisan permukaan bumi yang disebut debu (turbah). Al-Qur'an menegaskan bahwa Adam diciptakan dari unsur debu ini, sebagaimana yang Allah SWT firmankan: "Dari bumi (tanah), itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kami pada kali yang lain." (QS Thaha: 55)
Yang menakjubkan, ketika para ilmuwan menganalisa kandungan zat yang terdapat pada tubuh manusia, mereka mendapatkan bahwa unsur pembentuk tubuh manusia itu ada 16, di antaranya: silikon, besi, alumunium, kalsium, sodium, potasium, magnesium dan lain sebagainya. Dan pada saat yang sama, ketika mereka menganalisa kandungan zat yang terdapat pada debu, mereka mendapatkan jumlah yang sama pada unsur pembentuknya.
Penemuan itu menegaskan bahwa manusia diciptakan dari unsur-unsur ini. Dan sebagai unsur utamanya adalah air. Maka berdasarkan hal ini, manusia diciptakan dari debu (turbah) atau tanah (thîn) yang merupakan campuran antara debu dan air.
Lalu bagaimana orang itu akan kembali dibangkitkan? Untuk menjawab orang-orang yang mengatakan demikian, cukup kita mengatakan bahwa masalah kebangkitan kembali manusia, tidak terkait dengan jasadnya yang pertama atau unsur-unsur yang membentuk jasadnya persis 100 persen sebagaimana saat dia hidup di dunia. Karena tubuh setiap orang, sesungguhnya terdiri dari 16 unsur, di mana masing-masing memiliki kadar tertentu di dalam tubuhnya.
Boleh jadi antara satu orang dengan orang lainnya memiliki kesamaan dalam satu atau dua unsur atau lebih. Namun tidak ada seorang pun yang memiliki kesamaan dalam keseluruhan unsur yang membentuk tubuhnya. Karenanya, sekiranya setiap tubuh diciptakan oleh Allah dengan kadar yang berbeda-beda pada setiap unsur yang membentuknya, maka Allah Maha Kuasa untuk membangkitkan orang itu dengan kadar masing-masing unsur.
Allah SWT berfirman: "Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; Ia berkata: 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?' Katakanlah: 'Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." (QS Yaasin: 77-79)
Coba perhatikan firman Allah "Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk". Apa maksudnya? Maksudnya adalah penegasan bahwa Allah SWT mengetahui setiap komposisi tertentu dari setiap unsur pembentuk manusia dan kadar unsur-unsur tersebut bagi setiap tubuh. Karena Dialah yang telah menciptakan unsur-unsur ini dan menentukan kadarnya. Bagaimana Allah dikatakan tidak mampu membangkitkan kembali tubuh manusia sebagaimana sebelumnya?
Dalam ayat lain, Allah SWT menegaskan bahwa manusia akan dibangkitkan kembali setelah kematiannya berdasarkan kadar unsur-unsur yang terdapat pada tubuhnya ketika ia hidup di dunia ini. Allah berfirman: "...Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya." (QS Al-A'raaf: 29)
Kesimpulannya, jika kita perhatikan ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan makhluk hidup yang dijadikan khalifah di muka bumi ini (manusia), maka kita akan menemukan banyak hal yang menakjubkan. Dan terbuktilah kebenaran Al-Qur'an ini sebagai Kitab Suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW. Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)





